Zaini Abdullah dan Kembalinya Sang Doto untuk Kesejahteraan Rakyat Aceh

Banda Aceh, BN-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, telah menetapkan pasangan Zaini-Muzakir sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 mendatang. Sehingga, bagi rakyat Aceh, kembalinya sosok Zaini Abdullah sang dokter peramah dan pemurah itu akan memberikan berbagai perubahan, terutama terhadap kesejahteraan rakyat di bumi tanah rencong.

Selasa pekan lalu, suasana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), tampak ramai. Ramainya berbeda dengan hari-hari biasa. Keramaian itu, bukan pertanda adanya sebuah aksi atau demonstrasi dan orasi politik, melainkan pihak KIP bersama legeslatif sedang berkemas-kemas menggelar rapat pleno terbuka hasil pemungutan suara Pemilukada Aceh yang telah berlangsung secara demokratis 9 April 2012 lalu.

Dalam pleno tersebut, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf Gubernur/Wakil Gubernur Aceh terpilih, menempati urutan teratas dengan mendulang dukungan sebanyak 1.327.695 suara atau 55,78% dari total 2.380.386 suara sah.

Setelah penetapan hasil pemilu kada ini, baru-baru ini juga KIP Aceh telah membuka ruang bagi pasangan yang merasa keberatan atas hasil penetapan oleh lembaga itu. Prosesnya, setelah tiga hari penetapan dimaksud mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, sejauh ini dari empat pasangan lainnya yang kalah dalam perebutan kursi Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, hanya pasangan Irwandi-Muhyan, yang maju melalui jalur perseorangan yang mengajukan keberatan.

Selanjutnya, DPR Aceh menyerahkan hasil Pemilukada Aceh ke Kemendagri, hingga dikeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Periode 2012-2017. Kini, Zaini Abdullah mantan Menteri Luar Negeri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan juga tokoh yang ikut menandatangani nota kesepahaman damai RI dan GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005 dan Muzakir Manaf mantan Panglima GAM, sedang bersiap-siap menjalankan roda pemerintahan Aceh.

Belakangan setelah penetapan oleh KIP Aceh, sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf, kerap mendapat undangan dari kalangan elit dari Jakarta. Seperti, Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Radjasa, yang juga Menteri Koordinator Perekonomian, Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto.

Kepada Bongkarnews, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, mengungkapkan, dalam memberikan perubahan Aceh tidak akan dating, jika menunggu satu masa lagi, suatu saat lagi dan beberapa orang lagi. sebab, menurutnya seluruh rakyat adalah bagian dari perubahan Aceh.

“Kita harus berbenah sambil membangun dan membangun sambil berbenah, dan empat tahun saya berpindah-pindah dari hutan ke hutan belantara Aceh, dan 24 tahun berjuang di pengasingan hanya untuk merubah nasib rakyat Aceh,” katanya.

Menurutnya, dengan terpilihnya Zikir dalam memimpin Aceh bertujuan untuk memberantaskan persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran,kerusakan lingkungan dan moral bangsa di Aceh membuat dirinya bersama Muzakir terpanggil maju sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh. Sehingga, mampu berjuang kembali memperbaiki nasib rakyat Aceh, yang menurutnya telah salah urus.

“Selain itu, Aceh dan Islam tidak dapat dipisahkan. Artinya, pemimpin Aceh haruslah yang memahami dan mengamalkan Islam secara kaffah. Yang pedagang mari berdagang, yang nelayan mari berlaut, yang petani mari bertanam, yang kantoran mari bekerja, setiap orang harus bekerja untuk membangun Aceh yang dicita-citakan oleh para endatu orang Aceh,” tuturnya.

Keinginan Zaini Abdullah, dalam memimpin Aceh adalah untuk membawa spirit perubahan dan melanjutkan cita-cita mensejahterakan rakyat Aceh. Prinsipnya, masyarakat harus berkerja giat membangun masa depan Aceh, serta sanggup bersaing ditingkat nasional sampai internasional.

Zaini Abdullah merupakan salah seorang putra ulama terkemuka dan tokoh perjuangan masa DII/TII, dalam mewujudkan negara islam indonesia berbasis keadilan dan kesejahteraan untuk rakyat Aceh di era orde lama.

Dia dikenal dan dikenang sosok seorang dokter yang ramah dan pemurah dikalangan rakyat miskin dalam memberikan perawatan medis bagi pasien. Sehingga, tidak heran, jika dalam pesta demokrasi Zaini-Muzakir terpilih sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Aceh lima tahun mendatang.

Kini, pimpinan DPRA sedang bersiap-siap untuk menyerahkan berkas hasil Pemilukada Aceh 2012, berikut nama pemenangnya (Dr Zaini Abdullah/Muzakir Manaf) akan diantar kepada Presiden RI pada, Senin (23/4). Pimpinan DPR Aceh menyatakan, berkas itu akan mereka serahkan melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan guna pelantikan pasangan terpilih itu.

“Berkas pemenang Pemilukada Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017, rencananya akan kami serahkan kepada Presiden melalui Mendagri Senin (23/4) depan,” ujar Wakil Ketua II DPRA, Drs H Sulaiman Abda MSi kepada pers, usai menerima rekapitulasi hasil pemungutan suara Pilgub dari KIP Aceh, di ruang kerja Wakil Ketua II DPRA, Kamis (19/4) lalu.

Sulaiman Abda mengharapkan, proses penerbitan SK pengangkatan pasangan calon terpilih, di Mendagri maupun Sekretaris Kabinet dan Sekretaris Presiden, tidak memakan waktu terlalu lama. Sehingga Pimpinan Dewan dapat segera melakukan rapat Bamus Dewan untuk menjadwalkan sidang paraipurna khusus pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

Penuhi Undangan

Juru Bicara Partai Aceh, Fachrul Razi, saat dihubungi via handphone selulernya mengatakan, romobongan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, dalam sepekan lalu memenuhi undangan dan bertemu dengan sejumlah kalangan di Jakarta.

“Rombongan Doto (sebutan untuk Zaini) dan Mualem (sebutan untuk Muzakir), dalam sepekan ini sedang memnuhi undangan dan menghadiri serangkaian pertemuan dengan sejumlah tokoh di Jakarta,” katanya.

Fachrul Razi, mengatakan, kunjungan dan pertemuan itu dengan agenda lobi dan menciptakan komunikasi dengan para pemangku kepentingan di Jakarta, sehingga dapat memberikan dukungan terhadap Pemerintah Aceh ke depan.

“Terutama dalam upaya mengimplementasikan semua poin-poin MoU Helsinki dan UUPA. Beberapa pertemuan itu berlangsung formal (resmi), beberapa lainnya berlangsung informal,” kata Fachrul Razi.

Dalam sepekan lalu, kata Fachrul Razi, sedikitnya rombongan Zaini-Muzakir sudah bertemu dengan tokoh dan politisi di Jakarta, diantaranya meliputi, Hatta Radjasa Ketua Partai PAN, Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, dan hingga berita ini diturunkan romobongan Zikir bertemu dengan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Markas Besar TNI di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat lalu.

“Pertemuan hampir dua jam tersebut, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sepakat bahwa TNI siap menjaga perdamaian Aceh. TNI juga akan membantu baik secara pikiran maupun tenaga pada Pemerintah Aceh ke depan yang akan dipimpin oleh Zikir,”kutip Fachrul Razi. (Afrizal/T. Muktarruddin Us)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: