Kerja Praktis SAP2000

Sebagai topik perdana posting tentang SAP2000 di blog ini, penulis sajikan tentang tips dalam pengerjaan SAP2000, berdasarkan pengalaman pribadi tentunya. Yang mau menambahi lagi juga boleh, langsung comment saja. Sebentar… kok judulnya ada embel-embel “tepat” juga ya? Apa tidak cukup hanya “cepat” saja? Tidak. Yakin? Ya, donk. Why? Penulis akan bahas itu pada sekuel kedua, oke? Oke, berikut beberapa tipsnya :

  • Pake shortcut

Seperti pada program-program umum lainnya, perintah dalam SAP2000 (misal menggambar batang, memberi beban, dll.) bisa dilakukan lewat tiga cara, yaitu: menu, toolbar, dan shortcut. Penggunaan paling cepat memang lewat toolbar, kita tinggal klik pada tombol (button) yang sesuai dan perintah langsung dijalankan. Namun, jika terlalu banyak toolbar yang ditampilkan, bisa mengganggu layar kerja, di samping Anda juga harus mencari letak toolbar yang bersangkutan. Bagi pengguna yang masih awal, toolbar dan menu adalah dua “teman setia”. Namun seiring waktu, hanya mengandalkan kedua “teman” tersebut akan terasa kurang memadai.

Nah, “teman” baru ini salah satunya adalah Shortcut. Mungkin Anda pernah memencet serangkaian tombol keyboard seperti Ctrl+C, Ctrl+V, Alt+F4 di Windows, itulah Shortcut alias kunci pintas. Hanya menekan tombol-tombol tersebut dan simsalabim… langsung selesailah perintah yang diinginkan, tanpa harus mencari toolbar atau menu yang bersangkutan. Ada konsekuensinya pula jika Anda ingin berteman dengan si Shortcut ini, yaitu harus relatif hafal. Tapi jangan khawatir, bagi yang belum terlalu hafal, coba lihatlah pada salah satu menu (gambar di bawah).

Pada gambar di atas, misal pada menu “Display”, coba perhatikan pada sub-menu “Show Undeformed Shape”, di sebelah kanan tertulis “F4”. Inilah tombol keyboard (tombol fungsi F4) yang bisa dipakai sebagai alternatif untuk menjalankan perintah tersebut, yaitu menampilkan bentuk awal sebelum deformasi. Kini cobalah perhatikan pada menu-menu lainnya, dan silakan hafal sendiri ya… hehehe… Berikut beberapa contoh Shortcut lainnya :

Ctrl+S : Save (menyimpan perubahan)

Ctrl+R : Replicate (menggandakan obyek)

F3 : Restore Full View (menampilkan model keseluruhan)

F11 : Refresh View (merefresh tampilan)

Shift+F12 : Display Tables (menampilkan tabel data)

  • Menu is your friend

Memang ada kelemahan dari bung Shortcut ini, yaitu tidak semua perintah kenal alias memiliki kunci pintas ini (bahkan mungkin hanya sebagian kecil saja). Oleh karena itu, penulis kenalkan dengan “teman” lainnya, namanya Menu. Lho, bukannya mbak Menu sudah dikenalkan di depan tadi? Iya sih, tapi yang ingin penulis soroti adalah cara pemakaiannya. Menu diakses dengan cara klik pada menu dan sub-menu yang diinginkan, misal “Assign, Frame, Frame Sections…” untuk mengganti tipe penampang batang. Cara lain (dan cepat) adalah dengan menekan Alt (pada keyboard) dan huruf-huruf secara berurutan. Huruf apaan? Perhatikan pada tulisan menu dan sub-menu, ada huruf yang bergaris bawah (underlined). Untuk kasus di atas (mengganti penampang) maka akses pintas yang dimaksud adalah Alt+A+F+S. Ingat, huruf ditekan berurutan, jangan bersamaan! Beberapa contoh lainnya :

Alt+A+O+F : Assign Joint Loads (memberi beban titik)

Alt+A+J+R : Assign Joint Restraints (memberi tumpuan nodal)

Alt+S+S+G : Select Group (memilih group tertentu)

Alt+D+L+F : Display Frame Loads (menampilkan beban batang)

Sebenarnya taktik-taktik yang diuraikan ini adalah cara umum untuk menggunakan program berbasis Windows, termasuk SAP2000 ini. Hanya saja untuk cara tertentu, terutama untuk penggunaan huruf kunci menu yang diuraikan terakhir, kadang terabaikan karena kebiasaan kita lebih banyak mengandalkan toolbar dan klik menu secara manual. Namun bila dicermati seksama sebenarnya akan bisa meningkatkan waktu pengerjaan. Coba bandingkan dua cara pengerjaan “rutinitas” berikut :

Memilih group tertentu > Mengganti penampang > Memilih joint/nodal > Mengganti tumpuan > Memilih nodal kembali > Memberi beban titik > Memulai analisis

  1. Select, Select, Group > Assign, Frame, Frame Sections > [Pilih Section, OK] > [Klik Joint] > Assign, Joint, Restraints > [Pilih tumpuan, OK] > Select, Get Previous Selection > Assign, Joint Loads, Forces > [Isi beban, OK] > Analyze, Run Analysis
  2. Alt+S+S+G > Alt+A+F+S > [Pilih Section, OK] > [Klik Joint] > Alt+A+J+R > [Pilih tumpuan, OK] > Alt+S+V (atau klik tombol) > Alt+A+O+F > [Isi beban, OK] > F5

Mau pilih cara yang mana? Pengalaman pribadi penulis terutama ketika mempergunakan perintah yang tidak memiliki shortcut, akan lebih cepat untuk memakai huruf kunci menu dibandingkan memakai toolbar. Menemukan huruf pada keyboard (apalagi jika sudah relatif hafal) bisa lebih cepat ketimbang menggeser mouse untuk klik tombol. Memang cara kedua akan membutuhkan “sedikit” hafalan, namun seiring waktu dan bila sering mempergunakan perintah tersebut, lambat laun bisa mengendap di ingatan kok hehehe… (ini juga based on personal experience).

  • Mouse di tangan kanan, keyboard di tangan kiri (dibalik juga boleh…)

Ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan dua teknik sebelumnya. Akan lebih cepat jika satu tangan mengurusi satu ‘wilayah’ saja, misal seperti pada kalimat sub judul: tangan kanan mengurusi mouse dan tangan kiri mengetik keyboard. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah teknik ketika memasukkan perintah, misal seperti shorcut Ctrl+S atau Alt+A+O+F, sedangkan untuk input angka atau teks silakan saja mengetik seperti biasa. Fungsi shortcut biasanya hanya berupa kombinasi beberapa tombol saja, sehingga bisa lebih efektif memanfaatkan satu tangan untuk fungsi ini dan lainnya untuk mengoperasikan mouse. Contoh sederhana misalnya ketika input pembebanan pada batang, akan lebih cepat untuk memilih batang dengan klik mouse dan tangan lainnya memencet kombinasi Alt+A+R+D dibandingkan klik mouse untuk memilih batang lalu (dengan tangan yang sama) memencet tombol kombinasi, alias harus menggeser-geser tangan. Intinya, akan lebih efektif jika tangan tidak banyak ‘berpindah tempat’ atau ‘bergeser’ kesana-kemari, sehingga pemanfaatan mouse dan keyboard bisa (hampir) simultan. Silakan buktikan sendiri.

  • Group, group, dan group

Teknik ini terutama untuk model struktur yang relatif besar atau kompleks, misal gedung dengan jumlah lantai yang aduhai, atau denah yang cukup rumit (tidak hanya sekedar kotak-kotak hehehe…). Kita ambil contoh saja untuk suatu bangunan gedung, dengan kasus pembebanan dinding yang letaknya berbeda-beda antar balok menyesuaikan dengan ruangan yang ada (lihat gambar berikut).

Dalam pemodelan, untuk membebani balok yang mendapat beban dari dinding adalah dengan memilih balok-balok yang bersangkutan dan kemudian menjalankan perintah Assign > Frame Loads > Distributed. Nah, bayangkan jika Anda sudah bersusah payah klik balok-balok tersebut dan memberikan pembebanan, dan sejenak kemudian anda baru ingat bahwa satuan yang dipakai salah/berbeda, atau ternyata di kemudian hari ada perubahan bahan dinding yang digunakan, dari dinding bata biasa ke dinding ringan. Jika belum diklik tombol OK pada input pembebanan memang langsung saja ganti satuan atau input angka sudah beres, atau jika perintah baru saja dilakukan tinggal panggil perintah View > Get Previous Selection untuk memilih kembali balok-balok yang dipilih sebelumnya. Namun jika sudah terlanjur disimpan, atau Anda baru ingat keesokan harinya, dua taktik tadi tidak akan mempan. Anda tentu harus mengulang rutinitas klik balok-balok yang bersangkutan. Selamat ya… awas jangan sampai salah…

Coba kalau Anda pakai fasilitas grouping. Setelah memilih balok-balok tersebut, sebelum menjalankan perintah pembebanan, terlebih dahulu kelompok pilihan tersebut dijadikan satu dengan perintah Assign > Assign to Group dan memberi nama group. Setelah tersimpan, untuk memanggil kembali kelompok balok tadi Anda hanya perlu menjalankan perintah Select > Select > Group dan memilih nama group tersebut dan otomatis akan terpilih, tanpa harus berjuang sendirian untuk klik kembali balok-balok tersebut. Teknik ini bisa pula diterapkan untuk kasus lainnya, misal kelompok kolom dengan orientasi arah sumbu kuat yang berbeda, group balok/kolom tepi dan tengah, dsb.

  • Hitung langsung

Terkadang saat membuat input model, kita membutuhkan hitungan awal untuk mendapatkan nilai input tertentu yang diminta dalam program. Misal ketika mendefinisikan jenis material beton normal, yang memerlukan data besaran modulus elastis (E). Umumnya, data yang diketahui adalah berupa nilai kuat tekan saja, seperti K-250, atau mutu fc’ = 20 MPa, sehingga perlu dihitung dahulu nilai modulus elastis lewat rumus (untuk beton normal) E = 4700(fc’)^0,5 , dalam satuan MPa. Anda bisa saja menghitungnya manual dengan bantuan kalkulator atau Excel misalnya. Kalau ingin agar tidak usah berpindah program, masukkan saja langsung rumusnya pada kotak input Modulus of Elasticity. Tapi ingat, ganti dulu satuan ke N, mm agar sesuai rumusnya. Setelah itu, ketikkan 4700*SQR(20) dan tekan <Enter>. Abrakadabra! Hasilnya sudah langsung muncul. Formatnya memang agak mirip Excel, namun untuk fungsi seperti SQR (Square root = akar kuadrat) memiliki format tersendiri. Jadi daripada menghitung manual lebih baik (dan lebih cepat) jika bisa dihitung langsung saja. Apalagi jika menghitungnya di awang-awang, rawan salah tuh… Contoh lain misalnya: 1/2*10 ; 0,75*1,6 ; 250+(0,5*400) ; PI()*3 ; dsb. Oh ya, untuk perhitungan di SAP2000 juga sudah disediakan built-in calculator. Tentang topik ini akan penulis bahas pada tulisan tersendiri. Stay tuned!

  • SAVE !!!

Ini nasehat sederhana saja: lakukan save secara berkala, baik manual ataupun otomatis. Bayangkan saja jika Anda telah mulai membuat model sejak 1 jam yang lalu, kemudian secara mendadak terjadi pemadaman listrik, atau tiba-tiba terjadi error yang mengharuskan untuk restart komputer atau laptop. Setelah listrik dan komputer/laptop kembali normal, Anda cari file pekerjaan tadi dan ternyata tidak ketemu. Wah, ternyata tadi lupa belum disimpan! Itulah inti dari sub-judul ini. Simpanlah selalu (save) pekerjaan Anda, secara periodik. Listrik di tempat Anda boleh jadi cukup stabil, dan komputer/laptop Anda juga dijamin tahan banting dan tahan virus, tapi Anda tidak dapat meramal masa depan (karena kalau bisa, berarti Anda mungkin salah jurusan membaca blog ini hehehe…).

Save early, and save often !”

Kalimat tersebut bukan dicuplik dari SAP2000 lho, tapi dari tips game Warcraft III ! Hehehe… urusan game saja disuruh save secara periodik, apalagi untuk urusan serius begini. Kalau nyang dari SAP2000, bunyinya pun hampir mirip (jangan-jangan saling mencontek ya…) :

Save your file often!! >>> Very Often!!!!”

Woow, tanda serunya saja ada empat… Jadi, sudah sewajibnya Anda membiasakan diri untuk melakukan penyimpanan secara berkala, boleh lewat klik tombol, menu, atau Ctrl+S (yang terakhir ini kegemaran penulis). Mau yang otomatis juga ada. Klik menu Options, lalu pilih Auto Save Model. Isikan pada kotak input interval waktu (dalam menit) untuk penyimpanan. Sebenarnya tidak langsung menyimpan, namun setiap interval waktu yang telah ditentukan SAP2000 akan menampilkan pesan seperti gambar berikut. Klik OK untuk menyimpan.

Hmmm… Lalu apa hubungannya antara menyimpan berkala dengan kerja cepat? Kalau mengulang membuat model dari awal seperti contoh tadi sudah Anda anggap sebagai ‘cepat’, ya terserah saja hehehe… Jadi, save or die!

Oke, sampai di sini dahulu perjumpaan kita. Sampai bertemu lagi pada sekuel kedua, tentang “Tips Kerja Tepat”.

About Munawir Muhammad

Hidup ini perjuangan untuk mencari bekal kedepan rahmat didahulukan dari cobaan

Posted on 23/09/2012, in SAP2000. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: